Akibat Mabuk Minuman Keras,Remaja Di Banyuasin Tega Tusuk Teman Sendiri

oleh

Banyuasin,Sumatera Selatan, lensasriwijaya.com – Tindak penganiayaan diakibatkan efek minuman keras kembali terjadi di Banyuasin. Remaja yang mabuk berinisial RS (19) dikuasai pengaruh alkohol dan menyebabkan teman dari kecil yakni IS (16), mengalami 8(delapan)liang luka tusukan.
Seorang remaja asal Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini, ditangkap tim buser Polsek Betung lantaran tusuk teman sendiri di kebun karet Jalan Bangun Rejo Kelurahan Betung Minggu (15/03) sekira Pukul 13.00 Wib.

RS sendiri tercatat sebagai warga Lk IV Rt 028 Rw 007 Kelurahan Betung kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin,sedangkan korba IS tercatat sebagai warga Lk IV Rt 033 Rw 008 Kelurahan Rimba Asam kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin.

Kapolsek Betung AKP Toto Hernanto SH,melalui Kanitres Ipda Adi Usman SH menjelaskan,modus tersangka RS adalah karena sakit hati,tersangka RS mengajak korban IS sokongan membeli rokok,tapi korban IS bilang tidak punya uang.

Merasa sakit hati lantaran tidak mau diajak sokongan membeli rokok,ahirnya tersangka berniat untuk menusuk korban.Kemudian tersangka mengajak korban mengendarai sepeda motor Honda beat nopol BG 2152 JAR milik korban kearah perkebunan karet yang berada di daerah Bangun Rejo.Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut,pelaku langsung melakukan penusukan terhadap korban sebanyak 8(delapan) kali.

Akibat peristiwa tersebut,orang tua korban kemudia melapor ke Polsek Betung,katanya.

Masih kata Adi,korban IS ditusuk di bagian punggung belakang sebanyak 4 (empat) tusukan,1 (satu) tusukan di perut sebelah kanan,2 (dua) tusukan di ketiak sebelah kiri dan 1 (satu) tusukan di telapak tangan kanan.

Lanjut Adi,saat ini pelaku berikut barang bukti sudah kita amankan di mapolsek Betung guna pemeriksaan lebih lanjut.Pelaku kita kenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman diatas 5(lima) tahun penjara,tutup pria ganteng asal Kayu Agung ini.

Sementara itu,Kasnari ayah korban,mengatakan,dirinya kaget dan tak menyangka kalau anaknya akan menjadi korban penusukan oleh teman sejak kecil anaknya.

“Saya sangat kaget mendengar pengakuan dari anak saya tadi mas,sebenarnya,anak saya dan pelaku bilang sama kami (orang tua korban red.) kalau mereka berdua menjadi korban begal,setelah kami bujuk,ahirnya anak saya mengaku kalau yang menusuknya adalah temannya sendiri.”

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini,saya mohon pelaku dihukum seberat-beratnya,”harapnya.

(Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − six =