Kenali 5 Investasi Jangka Panjang dan Investasi Jangka Pendek agar Menguntungkan

Lensasriwijaya.com – Investasi merupakan kegiatan yang menguntungkan di masa depan jika Anda paham cara mengaplikasikannya. Penjelasan investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek agar Menguntungkan simak dengan baik.

Investasi jangka panjang yaitu jenis investasi dengan jangka waktunya lebih dari satu tahun. Tujuan investasi jangka panjang, untuk mendapatkan penghasilan pasif, baik dalam bentuk bunga, uang sewa, deviden, serta royalti di setiap periode.

Investasi jangka pendek yaitu jenis investasi yang jangka waktunya hanya berkisar satu tahun. Untuk investasi ini juga cukup kecil dan biasanya memiliki nilai yang kenaikannya konsisten, tetapi tidak terlalu besar jumlahnya.

Definisi Investasi yaitu merupakan salah satu kegiatan dan aktivitas yang berhubungan dengan finansial, ekonomi yang secara garis besar dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan finansial yang dilakukan di masa depan. Saat ini jenis dan wujud investasi sendiri sudah sangat banyak.

Pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kesesuaian budget Anda dan tetap berhati-hati dalam memilihnya.

Berikut akan dijelaskan beberapa jenis investasi jangka panjang dan jangka pendek yang menguntungkan:

Investasi Jangka Panjang

1. Investasi Emas

Investasi emas sebagai contoh pertama dari investasi jangka panjang. Karena, logam mulia yang indah ini sangat digemari banyak orang. Investasi Emas menjadi pilihan yang cukup menguntungkan.

Produk dari emas mempunyai nilai atau harga selalu naik setiap tahun. Selain itu emas memiliki nilai jual tinggi. Emas juga ternyata sangat aman dalam berbagai keadaan serta stabil dan anti inflasi. Karena nilai emas yang lebih sering naik daripada menurun, maka jika berinvestasi emas selama 5 tahun, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat.

2. Investasi Tanah dan Bangunan

Tanah dan bangunan sebagai contoh kedua dari investasi jangka Panjang yang menguntungkan karena tinggi nilai investasinya. Investasi tanah dan bangunan adalah jenis investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan memiliki tingkat risiko rendah. Dikarenakan tanah dan bangunan adalah jenis properti yang memiliki nilai aset yang semakin tinggi disetiap tahunnya.

Jika Anda memilih investasi ini maka akan mendapatkan peluang besar dan menjanjikan mendapatkan keuntungan. Investasi jangka panjang satu ini membutuhkan dana besar, mengingat harga sebuah rumah sekarang sudah menginjak harga ratusan juta hingga miliaran rupiah.

3. Asuransi

Jika ingin memperkecil resiko kehilangan suatu benda atau kerusakan suatu benda, maka asuransi bisa menjadi pilihan Anda yang utama.

Selain akan mendapatkan proteksi atau perlindungan, dengan asuransi Anda juga akan mendapatkan investasi yang menguntungkan. Asuransi yang sering kali dijadikan investasi yang menguntungkan oleh banyak orang adalah asuransi dwiguna dan asuransi unit link.

4. Reksa Dana

Reksadana merupakan surat-surat berharga sebagai bukti klaim atau aset. Reksadana bisa menjadi investasi Anda yang menguntungkan karena memiliki keunggulan. Keunggulan reksadana sendiri ada pada banyaknya pilihan yang dapat diambil investor untuk menanamkan uangnya, yaitu saham, obligasi, atau pasar uang.

Invetasi Jangka Pendek

1. Tabungan Bank

Tabungan Bank menjadi contoh pertama dari investasi jangka pendek yang menguntungkan dengan menggunakan produk tabungan bank. Investasi ini menjadi salah satu cara paling mudah dan cepat untuk menginvestasikan uang. Siapapun bisa melakukan investasi jenis ini mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Keuntungan dari investasi ini adalah pengambilan uangnya pun bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja dengan mesin ATM. Namun harus diingat dalam investasi ini presentase bunga yang dihasilkan sangatlah kecil.

Keuntungan lainnya dengan menabung di Bank sebagai bentuk investasi adalah Anda tidak dituntut atau diwajibkan untuk menyetorkan sejumlah dana yang tetap pada setiap waktunya. Jadi setelah membuat buku tabungan, Anda bebas mengisi saldo rekening kapanpun Anda inginkan.

2. Deposito

Investasi produk deposito adalah pilihan bagus jika menginginkan persentase bunga dan imbah hasil yang lebih tinggi. Namun, kekurangan investasi deposito Anda tidak leluasa untuk mengambil uang yang diinvestasikan. Karena investasi ini memiliki jangka waktu yang telah ditentukan untuk pengembalian dana beserta imbah hasilnya.

Untuk membuka investasi ini prosedurnya tidak jauh beda dengan membuka tabungan di Bank. Tapi setoran awal yang diperlukan dana cukup besar yaitu sebesar Rp5.000.000. Setelah investasi awal dikeluarkan untuk deposito selanjutnya Anda bisa menyesuaikan dengan kemampuan finansial anda.

Umumnya jenis investasi ini banyak dijalankan oleh para pelaku bisnis atau usaha menengah. Sebab permutaran jangka waktu yang telah ditepatkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pokok usaha mereka setiap tahunnya. Mereka juga memiliki prospek tersendiri kenapa memilih jenis investasi deposito.

3. Forex Trading

Contoh ketiga yaitu investasi Forex trading adalah bentuk investasi dengan konsep perdagangan mata uang asing. Jenis investasi ini memiliki resiko paling besar namun beberapa orang masih tertarik.

Anda bisa menggunakan Forex Trading ini sebagai investasi jangka pendek dengan melakukan pembelian mata uang yang sedang mengalami depresiasi dan kemudian menjual kembali saat mata uang tersebut mengalami kenaikan harga.

Melihat cara kerjanya investasi ini memang seperti permainan/game yang cukup menantang dan penuh risiko bagi beberapa orang yang menyukai resiko. Tapi dengan keuntungan besar dalam waktu relatif singkat, beberapa orang yang awalnya tidak menyukai risiko bisa saja kemudian tertarik menjalankannya.

4. Saham

Saham adalah jenis investasi jangka pendek yang populer saat ini. Investasi saham adalah bukti penyertaan atau kepemilikan seseorang di dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jika Anda memiliki saham, maka sudah bisa disebut sebagai owner atau pemilik perusahaan, tergantung seberapa besar porsi kepemilikannya.

Wujud investasi saham sendiri berupa selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan dan menyatakan bahwa pemilik kertas yang namanya tercantum dalam surat tersebut adalah pemilik perusahaan sesuai dengan porsi berapa persen atau berapa banyak penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.

Jika perusahaan tersebut sehat, sukses dan memiliki risiko bangkrut/rugi yang rendah maka saham yang dibeli akan memiliki nilai jual yang tinggi, karena bisa menghasilkan laba yang besar.

Sebagai investor pilih instrumen investasi yang paling cocok dengan resiko yang sanggup Anda tanggung.