Zewwy Salim : Rumah Ibu Farida Telah di Eksekusi DPD REI Sumsel

oleh

PALEMBANG, LENSASRIWIJAYA.COMMenindaklanjuti laporan Wakil Walikota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda, terkait adanya rumah kayu ‘keropos’ milik Faridah (76), Pengurus Realestat Indonesia (REI) telah mulai mengeksekusi pembongkaran dan membedah rumah tersebut, di Jalan Rasyid Siddiq, Lorong Gading, RT 29 RW 06 No 1115 Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Senin (6/10/2020).

Sekretaris DPD REI Sumsel, Zewwy Salim mengatakan, bahwa dengan janji yang dijanjikan DPD REI Sumsel kepada Ibu Farida. Di awal minggu ini pihaknya sudah mulai melakukan pembongkaran dan dilanjutkan dengan proses pembangunan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Ibu Faridah mungkin ada sedikit perubahan yang disesuaikan dengan kemauan Ibu Faridah, untuk kualitas bangunan. Sejauh ini kita sudah turunkan tim dari DPD REI Sumsel, sudah beberapa kali mengecek ke rumah tersebut dan yang kita harapkan akan selesai tepat pada waktunya dan menghasilkan suatu impian untuk Bu Faridah sebagai rumah yang layak huni,” ujar Ko Awi sapaan akrab Zewwy Salim saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin (6/10/2020) sore.

Dikatakan Ko Awi, bahwa ini adalah salah satu program yang dicanangkan oleh Wawako Palembang Ibu Fitrianti Agustinda, dan DPD RI Sumsel terpanggil untuk berkontribusi dalam hal pembangunan atau bedah rumah Ibu Faridah, sehingga ini merupakan salah satu program peduli kepada masyarakat.

Menurutnya, dalam hal ini untuk kegiatan sosial pihaknya mambantu untuk yang memang benar-benar membutuhkan bantuan, disini juga pihaknya sudah banyak melakukan kegiatan sosial, seperti peristiwa kemarin ada kebakaran di Kabupaten Lahat.

“Saat ini DPD REI Sumsel sedang mengumpulkan donasi untuk membuka dompet Peduli. Mari bersama-sama kita berkontribusi secara langsung untuk membantu sahabat saudara-saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran,” bebernya.

Lebih Jauh, Ko Awi menjabarkan, Realestat Indonesia ini adalah asosiasi yang membangun perumahan, Selain itu pihaknya selaku pengembang tidak serta-merta hanya untuk mencari keuntungan tetapi pihaknya juga memiliki jiwa sosial. REI tidak lepas dari peran masyarakat, karena dibesarkan REI oleh masyarakat dan untuk Masyarakat,” pungkasnya.(Riky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 3 =